Review “Anna” (2019) – Jane Wick yang Tahan Banting

Bulan lalu, kita sudah menyaksikan performa Keanu Reeves yang sekarang menjadi “internet’s boyfriend” dengan aksi yang brutal serta karisma yang memukau di John Wick 3: Parabellum. Kini, saatnya wanita unjuk kebolehan. Sasha Luss, seorang supermodel asal Rusia, membuktikan bahwa tidak hanya cantik, cerdas, dan berkelas, namun ia juga mematikan.

Disutradarai oleh Luc Besson (Lucy, Leon: The Professional), Anna adalah sebuah film action-espionage thriller yang juga mengupas dunia permodelan dengan lugas dan realistis. Cerita berawal di saat Anna Poliatova, yang sedang berjualan boneka Matryoska di pasar rakyat Moskow, bertemu dengan talent scout yang langsung mengajaknya untuk menjadi salah satu model di agency tempatnya bekerja. Setelah menjadi terkenal, ia pun menjalin asmara dengan seorang pengusaha ekspor impor dan disinilah masalah mulai muncul dan Anna direkrut untuk menjadi mata-mata KGB.

Beberapa fakta tentang siapa Anna dan apa yang sebenarnya ia rencanakan terkelupas secara perlahan-lahan dengan alur cerita yang berjalan maju mundur. Penuh dengan plot twist yang cermat, film ini punya perbedaan dengan banyak film-film action lain yang menjadikan seorang femme fatale sebagai tokoh utama seperti Red Sparrow dan Atomic Blonde. Dibanding menjadi gelap dan artistik, Anna lebih memilih untuk menjadi ringan dan humoris. Cerita pun dapat dinikmati secara lebih empatik karena pada akhirnya Anna Poliatova hanyalah seorang wanita yang ingin keluar dari lubang neraka yang selalu memenjarakannya kemanapun ia pergi. Ia hanya ingin bebas, seperti orang-orang pada umumnya. Film ini juga dibintangi oleh Helen Mirren, Luke Evans, dan Cillian Murphy.

Bagi kamu yang suka film action, Anna tentunya akan menjadi pilihan yang tidak boleh kamu lewatkan. Bersiaplah untuk tontonan yang akan membuatmu tidak bisa beranjak dari kursi karena Anna akan tayang di seluruh bioskop di Indonesia pada minggu terakhir bulan Juni 2019.

Leave a Reply